« Home | Kebisingan dan Nilai Ambang Dengar » | Air Gap Monitoring Project » | The Underground Coal Mine Blast Accident & How To ... » | Kebisingan dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan dan ... » | Bahaya Amiku Di Kantor » | Ekosistem Estuari (1) »

Confined Space Accident

Diskusi Milis HSE Club Indonesia

Hesti :
Rekan Milis, Beberapa rekan mungkin paham tentang bahaya
confined space, berikut mungkin ada yang bersedia
mengomentari safety Feed back berikut:
Di sebuah perusahaan pencarian Natural Gas sedang
dilakukan maintenance (cleaning) di tangki Scruber. Manhole
sudah di buka Critical Taks Analysis sudah di buat untuk
menurunkan resiko dan diputuskan kira-kira sebagai berikut.
1. Scrubber harus di purging dingan N2 (untuk
memastikan tidak ada O2 yang masuk)
menghilangkan salahsatu komponen fire Triangle.
2. Untuk pengurasan sisa condensat digunakan jenis
vacum eductor dengan rubber hose.
3. Pekerja tidak diperbolehkan entry kedalam
Scrubber tank.

Setelah jam makan siang keadaan berubah.
1. Supervisor miminta agar rubber hose diganti dengan
Selang plastik karena rubber hose akan dipakai ditempat lain.
2. Untuk memastikan sisa kondensat seorang pekerja
mematikan valve N2 dan masuk kedalam tangki (pake SCBA).
3. Ternyata masih ada sisa kondensat dibagian pojok, dan si
pekerja ber-inisiatif untuk menghisap sisa kondensat dengan
vacum eductor dan selang plastik....,
4. Vacum eductor dinyalakan...., satu detik-duadetik dan
BUUUMMMMM meledak.....,
5. Sipekerja tewas dengan luka bakar.... berikut temannya
yang waktu itu ada diluar....,

Mari kita buat simulasi kira-kira apa yang salah dan
bagaimana pendapat anda agar tidak terulang? Komentar
rekan-rekan ditunggu.Salam,Hesti

Budi:
Teman-teman,
kalau saya boleh komentar sebenarnya ini ujung-ujungnya
adalah Prinsip Segitiga Api.
saya mau jabarkan takut dikira sok tahu..maafin anee yee..

Hartono Peni:
Untuk point 4, kurang begitu detil,
apakah vacum eductornya ada di luar atau dibawa masuk ke
dalam tanki...seandainya dibawa masuk perkiraan saya alat
yang di pakai Non IS atau IS tapi sudah tidak berfungsi
dengan baik atau ada kabel listrik yang koneksinya tidak
bagus....ini sebagai sumber panas/energi, perkiraan ini
menjadi. salah jika yang digunakan adalah vacum dengan
penggerak udara.
Udara (O2) masuk.....terpenuhi konsentrasinya, saat N2
ditutup.
Bahan bakar ada.... uap condensat dengan batas ring LEL -
UEL terpenuhi.
Bummmmm.........
Silahkan mungkin yang lain...saya kira ini pelajaran yang
sangat bagus sekali dan tidak mustahil bisa terjadi ditempat
kita.

Danang Jatmika:
terjadinya gesekan antara sisa
kondensat dengan selang plastik dapat menimbulkan listrik
statik yang pada keadaan yang mendukung (kecepatan fluida
mengalir di selang plastik) listrik yang dihasilkan dapat
menimbulkan loncatan bunga listrik (ada yang pernah
lakukan percobaan), kondensat Natural gas diramu dengan
Oksigen dan sumber api jadilah ledakan. mudah2an ga
tambah ngawurrr yang penting diskusi rame dulu... iya ga?
salam,

Hesti :
Pak Danang, pak Hartono, pak Lubis dan
semuanya....,
Terimaksih atas masukan yang bapak-bapak berikan, berikut
saya lampirkan kira-kira sketsa dari Scrubber dan Vacum
Eductornya.
Vacum Eductor tidak menggunakan Electical disini dipakai
Condinsate yang di sirkulasi melalui jet eductor (cara
kerjanya mirip Jet eductornya WATER JET PUMP yang
dipasaran).
Saya dapat masukan dari pak Danang tentang ELECTRO
STATIC dan saya mendukung dugaan ini.
Mungkin ada rekan yang lain yang bersedia sharing
bagaimana ini terjadi dan bagaimana mencegahnya.
Salam, K3, Hesti

Satriyo:
sumber utama terjadinya ledakan : saya lebih
menyoroti sifat properties material yg dipergunakan pada
selang vacuum eductor yaitu dengan bahan plastic dimana
plastic tsb memilki sifat apabila ada gerakan atau gesekan dgn
benda lain akan menimbulkan energy static (electrostatic)
dalam hal ini energy static tadi sebegai trigger/pemicu
timbulnya ledakan dimana "tetrahedon triangele" sudah ada
dua unsur dasarnya yaitu sisa kondensat dan O2 (krn N2
purging sudah dimatikan) dan kondisi chamber terbuka maka
ada infiltrasi O2 dari luar menuju chamber. Karena level of
explossion dari suatu subtansi hanay perlu terjadi dengan
segitiga api yg cukup simetris dimana subtansi yg mudah
meledak atau terbakar hanya cukup dengan idikasi secala
kulitatif yg dinyatakan sebagai LEL =lower esplosive limit.
demikian sekedar pandangan dan analisa Salam.
Baharly Lubis : Dear all, Biar seru dan rame, Memang
betul kata orang bijak preventive action jauh lebih baik
ketimbang corrective action, karena sudah terjadi pasti tidak
akan pernah ada seorang manusiapun yang dapat/mampu
merubahnya, namun pencegahan terhadap suatu kejadian
yang sama-lah yang harus diantisipasi.
Dari kronologis, kejadian saya menggambarkan kira-kira
begini, (just share and not blame each other ok)
Usaha pemisahan Fire Triangle dengan purging N2 ternyata
gagal karena masih terdapat combustible gas didalam scrubber
tank dan keberadaan combustible gas inipun tidak pernah
dilakukan atau belum dilakukan pengecekan menggunakan
combustible gas detector, bila telah dilakukan pengecekan
tentunya di ketahui presentage dari Gas dan O2 yang ada
didalam tanks, untuk mengetahui keberadaan gas didalam
tank harus menggunakan alat bukan secara manual sekalipun
orang tersebut menggunakan Breathing apparatus, karena
tidak tertutup kemungkinan BA tersebut akan membentur
dinding tank atau bagian lain tank yang dapat menimbulkan
spark. Unsafe action and unsafe condition, terjadi disini
dimana pekerja dilarang entry tank, tapi masih memasuki
tank, yang tentunya tanpa entry permit. Perlu di tinjau
kembali apakah SOP untuk pekerjaan ini sudah tepat dan
diketahui oleh para pekerja?
Selanjutnya Saya sependapat dengan Pak Danang, memang
Pak Danang luar biasa, salut untuk K3
Analysis atau risk assessment utk confined space memang
telah dilakukan, namun ada satu hal yang perlu diingat apa
tujuan dari analysis ini, tentunya kita mengidentifikasi jenis
bahaya yang berkemungkinan timbul dan melakukan
antisipasi untuk mencegah kemungkinan bahaya yang akan
timbul tsb (membuat action plan). Saya berpendapat analysis
ini dilakukan hanya memenuhi keperluan documentation
semata, evidence nya adalah, Supervisor miminta agar rubber
hose diganti dengan Selang plastik karena rubber hose akan
dipakai ditempat lain. Ini menunjukan adanya perubahan
secara tiba-tiba, yang tidak termasuk dalam action plan,
bukankah rubber hose sebelumnya sudah ditentukan
peruntukannya yaitu Untuk pengurasan sisa condensate?
Disini telah terjadi underlying cause yaitu Using machinery
and or equipment incorrectly, Lack of knowledge/sill dan
Lack of leadership or supervision.
Kalau menelaah kejadian ini sungguh sangat menyedihkan
memang, hari gene safety masih saja di perkosa sampai-sampai
di anak tirikan yang terusir
Lantas siapakah yang paling bertanggung jawab terhadap fatal
accident ini tentunya management yang harus bertanggung
jawab, bisa merujuk ke UU No.I 1970, apa tugas dan tanggung
jawabnya.

Rekan Hesti
Berikut saya ilustrasikan check-list dari Penyebab Terjadinya
Kecelakaan kerja:
1.Tidak patuhnya terhadap peraturan safety atau kurangnya
pengetahuan mengenai safety.
2.Tindakan yang tidak aman dan kondisi tidak aman.
3.Kerja sistim pontong kompas.
4.Salah dalam pengoperasian peralatan atau mesin.
5.Tidak menggunakan peralatan keselamatan (PPE) atau tidak
mengikuti SOP (Standard Operation procedure).
6.Menjalankan peralatan yang rusak.
7.Kondisi pekerja tidak stabil.
8.Bertindak ceroboh dalam bekerja (horseplay).
9.House keeping yang buruk.
10.Pelatihan yang tidak memadai.
11.Membuat alat keselamatan tidak bekerja.
12.Mempergunakan alat-alat kerja yang tidak standard atau
yang sudah tidak layak.
13.Memuat, menempatkan, mengikat/memasang atau
mencampur secara membahayakan.
14.Mengambil posisi yang membahayakan.
15.Bekerja pada atau antara mesin-mesin/alat-alat yang
berputar.

Pencegahan Kecelakaan Ditempat Kerja
Pencegahan atau pengurangan accidents/incidents dilokasi
kerja adalah dengan menghilangkan penyebab-penyebabnya
melalui cara antara lain:
1.Dukungan dari manajemen terhadap program safety.
2.Safety Induction, Briefing, Orientation and Familiarization.
3.Safety Sign dan posters.
4.Pengawasan secara teknik rekayasa.
5.Pengawasan secara administratif dan praktek operasional.
6.Alat-alat pelindung diri
7.Job Safety Analysis.
8.Pelatihan (Training).
9.Membiasakan diri bekerja dengan tindakan yang
aman/selamat.

Rekan semua, berikut ini adalah procedure yang sangat
mendasar yang pernah kami lakukan ketika tank cleaning
pada tank bahan baker kapal laut:
Lakukan Analisa Keselamatan pada pekerjaan ini sedetil
mungkin dan buatkan plan antisipasi terhadap bahaya yang
akan tibul, jelaskan kepada semua pekerja yang terlibat
tentang bahaya-bahaya yang mungkin timbul dan termasuk
plan antisipasinya.

Buatkan Ijin kerja pada ruang terbatas.
Siapkan Alat Bantu pernapasan dan pastikan alat ini kondisi
baik dan siap di pergunakan.
Pastikan semua jalan masuk dan keluar telah diketahui dan
jaga tetap bebas/aman setiap saat bila akan di pergunakan
Pastikan tanki scruber telah bebas dari gas beracun (bisa
gunakan multi gas detector utk mengetahuinya) pertukaran
udara segar lancer (gunakan blower secara kontiyu)
Konsentrasi gas harus dipantau terus-menerus.
Bila gas sudah free pasang penerangan cukup memadai.untuk
melakukan kegiatan dalam confined space.
Pastikan orang-orang yang melakukan pekerjaan ini sudah
terlatih dan mampu untuk melakukannya, dan peralatan yang
dipakai untuk kerja pada confined space adalah explosion
Proof.

Pastikan nama-nama mereka yang melakukan pekerjaan ini
telah di catat sebelum masuk dan ketika mereka keluar
ruangan terbatas, agar mempermudah control terhadap
aktivitas

Pastikan peralatan keselamatan yang mereka pergunakan
dalam kondisi baik (PPE para pekerja)
Siapkan penjaga dan regu penolong selama pekerjaan di ruang
terbatas berlangsung dan Beritahukan kepada penjaga dan
regu penolong bila ada hal-hal yang tidak diinginkan.
Jaga komunikasi dengan menggunakan alat komunikasi yang
explosion Proof. antara penjaga dengan pekerja pada ruangan
terbatas dan lakukan pengecekan radio secara teratur guna
memastikan semua aman

Sebelum meninggalkan area kerja pastikan semua pekerja
telah keluar dari ruangan terbatas.
Pastikan orang-orang yang tidak terlibat dengan pekerjaan
confined space, mengetahui bahwa ada pekerjaan ini. (good
coordination each other).
Mohon maaf kepanjangan biar jadi rame and tambah seru,
semoga bermanfaat dan sekali lagi mohon maaf kalau ade
saleh-saleh kate.
Thanks all,

Nadheza W:
Bapak-Bapak,
Mohon maaf, saya tidak setuju dengan cerita Pak Danang
karena menurut saya tidak mungkin terjadi loncatan listrik
statis dari kondensat yang bergerak di dalam selang plastik ke
selang plastiknya, karena dua duanya adalah isolator (tidak
menghantarkan listrik). Yang paling mungkin adalah
loncatan listrik statis dari selang plastik (tentu mudah diingat
ketika masih kecil diperintahkan guru IPA untuk mengamati
sisir yang bermuatan setelah digosok dengan tangan?) munuju
logam material bejana (yang merupakan konduktor),
pada saat terjadinya corona atau brush inilah terjadi
penyalaan Natural gas yangn masih tersisa.
Menurut standar, loncatan brush atau corona ini dapat
dihindari dengan memasang grounding pada selang plastik
tersebut.Mohon maaf kalau analisa saya salah, saya juga masih
belajar.Hormat Saya

Danang Jatmika:
maksud saya begini kok
mbak..karena terdapat beda potensial tinggi antara selang
plastik yang bekerja menyedot condensate dengan grounding
pada material vessel sehingga saat terjadi kontak diantara
kedua kutub tersebut menimbulkan corona (petir kecil) yang
memyebabkan explosion. hehe klo masih salah mohon
dikoreksi lagi...
kira2 klo kejadian berikut bisa terjadi corona ga?
1. selang plastik menyedot condensate pada ujungnya diganti
diganti dengan bahan karet.
2. pompa bekerja maksimal tidak menyedot condensate tapi
udara saja dan ujung selang plastik ditempel2in ke material
vessel.
3. klo ngebersihin condensatenya pake scrap dari plastik
secara manual dikumpulin pake wadah bahaya ga?jadi pengen
tahu lebih banyak lagi nehh.. help me.. Salam,

Peris S:
Dear All Rekan Milis,
Pekerjaan Confined Space adalah salah satu Pekerjaan yang
mempunyai Resiko Tinggi yang perlu diwaspadai,
Mungkin masukan dibawah ini dapat membantu rekan-rekan
yang membutuhkannya;
Sebelum memasuki ruang confined space hal-hal yang harus
dilakukan adalah;

ƒ Lakukan isolasi/tutup jalur-jalur masuknya sumber-sumber
bahan bakar ( condensat ) dan pasang Lock out
Tag out.
ƒ Isolation system dengan: Pasang Blank Flank, Pasang
Blind Flank & Double Bleed & Block
ƒ Cleaning : Condensate di sedot dengan vacum,
ƒ Lakukan Purging dengan N-2
ƒ Lakukan Venting
ƒ Open Man Hole
ƒ Lakukan Atmospher testing untuk mengetahui
konsentrasi dari : Oksigen, Gas, H2S, dan gas-gas lain;
pastikan titik konsentrasi dibawah angak LEL atao
Zero Consentrate
ƒ Pasang Exhaust Fan dan Blower
ƒ Bersihkan sisa condensate dengan absorbent
ƒ Setiap orang yang memasuki Confined Space : pastikan
mereka mengerti bahaya didalam CS: Kebakaran,
Keracunan, Kematian,Licin bila perlu lakukan training
kekaryawan sebelum memasuki area CS tersebut.

Bintang :]

salam All.

maaf bukan mengajari tapi pengen blajar.
dari pengalaman saya menangani pekerjaan di ruang tertutup, ada beberapa hl yang ingin saya bagi.
setiap pekerjaan di ruang tertutup harus dilakukan langkah2 pencegahan terhadap bahaya, terutama ledakan.
pada kasus diatas ada beberapa hal yang perlu dicermati antara lain:
peralatan yang digunakan, pengetahuan / skill dari executor, pengawasan yg kontinue dll.
pada prinsipnya penggunaan bahan plastik, metal tidak di rekomendasikan untuk pekerjaan seperti diatas. plastik dan metal adalah bahan yang dapat menimbulkan listrik statis. ledakan terjadi karena terpenuhinya 3 unsur api, dari tulisan diatas saya berpendapat bahwa. vesel sempat tanpa pengawasan selama pekerja beristirahat. ( kurang pengawasan ) peralatan yang digunakan tidak sesuai,( vacuum eductor kemungkinan Non explosion proof, selang plastik ) tangki tidak dicuci. (untuk menghilangkan sisa kondensat, dan minyak)
venting tidak dilakukan dengan baenar ( untuk menghilangkan uap HC4 venting dilakukan minimal 24 jam sebelum entry ) makasih. kurang lebih mohon dimaklumi. ( orang baru )

Post a Comment

Links to this post

Create a Link